Sinopsis film “Senandung dari Rote”  (2/12/2015)
Indonesia kaya akan beragam budaya, adat istiadat, dan kesenian yang harus dilestarikan kepada generasi muda bangsa, sehingga keaslian beserta keragaman adat istiadat, kesenian, dan budaya di masyarakat tidak mati. Salah satu dari keunikan dan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia adalah musik Sasando dan Tari Teorenda. Salah satu kesenian yang nyaris punah ini berada di daerah provinsi NTT tepatnya di Pulau Rote kabupaten Baa. Kesenian musik yang umumnya untuk hiburan raja ini sudah mengalami perkembangan menjadi musik yang bisa dinikmati rakyat dan dari berbagai kalangan umur.

Kesenian musik Sasando dipakai untuk mengiringi sebuah lagu bahkan juga acara pernikahan. Sebagai warga negara Indonesia kita patut bangga memiliki banyak kebudayaan dan kesenian yang beranekagam. Namun bagaimana seni itu tetap dijaga dan dilestarikan, semua tergantung kepada kita sebagai orang asli Indonesia. Mengenal dan memahami kebudayaan akan membantu melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.

This Documenter film was Directed, Produce & Written by Yunilia Edon on September 15, 2014.

Categories: Film Dokumenter "Senandung dari Rote" Karya Yunilia Edon | Leave a comment

Sasando Elektrik di Kem Chicks Jakarta

Di bulan Desember 2011 lalu, tepatnya tanggal 28 Desember Bapak Habel, Reynold dan Ista  berkenan tampil di Kem-chick Kemang,  kawasan SDBC. Agenda tambahan, atas undangan dari Ibu Irama, pengelola Kem-chick Kemang, yang juga menjadi anggota Tim Evaluasi program Hi-Link DIKTI atas program  yang tim Hi-Link Undana kerjakan di tahun ke-dua. Ya, sehari sebelumnya Tim Hi-Link Undana yang diketuai pak Lewi Jutomo, bersama pak Habel Edon dan aq mengikuti Seminar Evaluasi program di lantai 3 gedung DIKTI, jalan pintu 1 Senayan. Nah, di Kem Chicks dan sekitarnyalah kemudian kami sedikit jalan-jalan santai menikmati suasana akhir tahun.

Kem Chicks supermarket yang populer di kalangan ekspatriat, yang di dalamnya tampil dengan desain cukup luas, hommy, dengan barang yang sangat lengkap ini, didalamnya terdapat cafe yang menyediakan menu lezat nan istimewa.  Jam 12.00 s/d 14.00 ratusan, bahkan bisa mencapai ribuan pengunjung masuk di dalam untuk membeli berbagai keperluan, terutama makan siang.  Apalagi di sepanjang akhir bulan desember, suasana Natal di Kem Chicks terasa begitu kental.

Atmosfir yang istimewa inilah yang menjadi daya tarik, sehingga kami tim dari Kupang, diundang untuk tampil di momen siang tersebut. Anda tidak akan merasa sempit karena display barang dibuat sedemikian rupa dengan ruangan yang luas, bersih dan sejuk. Teknik pencahayaan yang menggabungkan pencahayaan terang dan redup, membuat pengunjung merasa nyaman di dalamnya, apalagi diselingi dengan alunan Sasando.

Respon pengunjung bervariasi, tapi kebanyakan mengagumi, menghentikan langkahnya untuk menikmati alunan instrumentalia sasando yang dimainkan oleh Bapak Habel, Reynold dan Ista. sesekali bertanya-tanya, mencoba memainkan. Langkah publikatif, sebagai bagian dari pelestarian budaya nasional khas NTT dengan lebih mensosialisasikan pada publik indonesia pada umumnya.

Banyak hal positif dapat diambil dari berbagai momen memperkenalkan musik etnik sasando tradisional dan sasando elektrik, antara lain ilmu publikasi dll.

Categories: panggung Sasando | Tags: , , , | Leave a comment

Bagian-bagian Sasando Elektrik

Anda tentu ingin mengetahui bagian-bagian dari Alat Musik Sasando elektrik, yang diproduksi oleh Edon Sasando Elektrik.

Bagian Atas, meliputi Kepala Sasando, Penyetem nada dan Gelang pengatur jarak Dawai. Pada bagian Penyetem nada terdapat rusuk sasando.

Bagian Tengah, meliputi tabung bambu, dan  penyangga dawai pada bambu. Pada salah satu sisi badan bambu, terdapat socket input untuk jek (jack) yang menuju ke sound system.

Bagian bawah, terdapat gelang pengatur jarak dawai serta Pelik / bokong sasando.

Bagian akhir, yaitu Stand base, atau penyangga sasando, berkaki tiga. Terdapat pengikat standard dari penyangga ke sasando, pengatur untuk ketinggian dan pengatur maju mundur.

Categories: Kursus Sasando | Tags: , , | 3 Comments

Habel Edon Penerus alm. Arnoldus Edon

Tahun 1992-1994 Arnoldus Edon tidak memproduksi sasando, karena mengalami sakit yang parah dan berpindah alamat dari Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 58 (Kelurahan Merdeka) ke Perumahan Lopo Indah Permai Blok A. Nomor 50 Kolhua-Kupang. Pada tahun 1994 Arnoldus Edon meninggal dunia.
Produksi Sasando Elektrik sempat mengalami kekosongan selama 2 tahun dan sebelumnya sudah ada home industry yang mulai mengikuti bentuk/model dan cara pembuatan sasando elektrik. Tahun 1995  Sasando Elektrik mulai bangkit dan di teruskan oleh anak almarhum yang ke 3 (tiga) bernama Caro David Habel Edon yang sering membantu ayahnya mengerjakan sasando mulai usia 10 tahun.
 Habel Edon mempunyai kemampuan untuk mendesain bentuk sasando dengan model-model terbaru sesuai perkembangan jaman. Sambil memproduksi terus dilakukan eksperimen dan tidak pernah berhenti untuk mendesain bentuknya yang lebih artistik dan memperbaiki karakter suara serta mengecilkan noise yang lebih rendah.
Categories: Profil Edon Sasando | Tags: , , , , | 2 Comments

Sanggar Sasando Demi Kelestarian Budaya

                   100_2965Atas permintaan beberapa orang tua  yang ingin anak mereka tahu memainkan sasando, pada tahun 2008,  Habel Edon  mulai mengajarkan anak-anak hanya sebatas beberapa anak  saja, dan karena banyak peminat tahun 2009 mulai membuka kursus sasando tujuannya untuk mengajarkan generasi-generasi baru.
Karena prihatin masih banyak orang-orang NTT yang belum mencintai dan berminat dengan sasando, karena orang menganggap memetik sasando ini sulit apalagi bentuknya bulat dengan banyak dawai. Pada hal memetik sasando tidaklah sulit apabila diajarkan dengan benar. Ternyata dari hasil didikannya semuanya berhasil dan sekarang sudah mulai berkembang bahkan ada yang sudah sampai ke luar negeri. Continue reading
Categories: sanggar & Festival Sasando | Tags: , , , , | 1 Comment

Perkembangan Sasando Elektrik_02

Sasando Elektrik,  New Release !
__________________________________________________________
Sasando yang dikembangkan Habel Edon dari dawai 30 (30 nada) yang dibuat ayahnya dikembangkan menjadi dawai 32–36-40, dawai-dawai ini dapat dibuat tergantung dari permintaan si pemain berapa dawai yang diinginkannya, apakah si pemain bisa memetik dengan jumlah dawai 36, 40 sampai 44 dawai   sesuai kesanggupan dari pemain sasando.
Akhirnya Habel Edon telah menemukan suatu bentuk sasando elektrik yang berkualitas dan telah mencapai kesempurnaan baik dalam bentuk maupun bunyi bahkan untuk  menyetem dapat dipakai alat tuner /cun nada yang biasa dipakai pada gitar elektrik.
Bagi anda yang mau berkolaborasi sasando elektrik dapat dipakai bersama efek gitar. Sasando elektrik dapat  dimainkan dengan kunci adalah C, D, G, F. Accord yang dipakai A, D7, D m, D, Am, C. G,  E m,  D m,  C7, F7.
Categories: Sejarah Sasando | Leave a comment

Perkembangan Sasando Elektrik_01

Antusiasme Sasando Elektrik
_________________________________________________
 Tahun 1972 Arnoldus Edon bersama keluarga kembali ke Kupang dan di Kota Kupang Sasando elektrik  mulai dikenal dan berkembang, dari berita ke berita tentang pembuatan sasando elektrik ini tersiar sehingga banyak teman terutama pemain sasando mulai berdatangan untuk meminta dibuatkan sasando elektrik.
Satu demi satu pembeli mulai berdatangan dari Indonesia bahkan sampai ke luar negeri (Belanda, Australia, Amerika, Canada dan Jepang). Sasando elektrik mulai  mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah NTT, khususnya di masa kepemimpinan Gubernur NTT (dr. Ben Mboi) pada tahun 1978-1988. Setiap tamu atau pembesar yang datang ke Kupang – NTT, selalu membawa pulang oleh-oleh berupa cindera  mata  Sasando elektrik. Continue reading
Categories: Sejarah Sasando | Tags: , , , , | Leave a comment

Petunjuk / Cara Memainkan Sasando

Petunjuk di bawah ini tidak mengikat pemain (tidak selalu diharuskan). Pedoman diatas hanya bagi peminat yang untuk pertama kali menghadapi sasando dan mau mempelajarinya. Pemain yang sudah dapat memainkan sasando dengan baik dapat mengatur jari-jari tengah kiri dan kanannya dengan menyimpang dari petunjuk diatas sesuai dengan selera dan kelincahan sendiri.

Dalam memetik sasando ada aturannya dengan stabiliser jari untuk mengatur perpindahan jari dari nada yang tinggi ke nada yang rendah. Pemain berperan memainkan 3 (tiga) irama yaitu, melodi, rithim dan bas. Posisi jari kiri memetik bas dan melodi, jari kanan memainkan accord (mengiring).

Pertama-tama pemain harus mengenal atau menghafal susunan dan tempat nada-nada pada sasando.

Tangan kiri : ———————————————————–>>>

1. Jari telunjuk tangan kiri bertumpu diatas nada B dalam hal ini nada 7

2. Tiga jari tangan kiri memetik atau memainkan melodi dan bas pada nada-nada D1, C1, G2, F, G, Fis, B, C, D dan seterusnya sampai nada tertinggi. Continue reading

Categories: Kursus Sasando | Tags: , , , | Leave a comment

Sejarah Singkat SASANDO ELEKTRIK

Sasando listrik atau sasando elektrik diciptakan oleh Arnoldus Edon, sasando elektrik ini termasuk dalam salah satu jenis Sasando Biola yang mengalami perkembangan teknologi. Sasando tradisional mempunyai beberapa kekurangan dan kelemahan antara lain, daun lontar mudah pecah dan pada saat musim hujan sering timbul jamur diatas permukaan daun, dan suara sasando ketika dipetik suaranya sangat kecil. Sasando elektrik yang diciptakan ini tidak menggunakan wadah dari daun lontar peti kayu/kotak/box dari papan, karena tidak membutuhkan ruang resonansi yang berfungsi sebagai wadah penampung suara.

Bunyi langsung dapat di perbesar lewat alat pengeras suara (sound system / speaker aktif).

Berawal dari peristiwa kerusakan sasando biola yang terbuat dari peti kayu/kotak milik ibu mertua dari Arnoldus Edon pada tahun 1958, sasando yang rusak itu di perbaikinya dan menjadi baik. Dari situlah awal mulanya Arnoldus Edon mulai mendapatkan ide dan mulai bereksperimen membuat sasando elektrik. Ia berpikir kalau memetik sasando yang posisi sasandonya tertutup dengan daun lontar yang lebar dan bunyinya hanya bisa di dengar oleh segelintir orang saja yang ada disekitarnya dan petikan serta kelentikan jari-jemari tidak dapat dinikmati atau dilihat oleh orang lain karena tertutup daun lontar. Alangkah indahnya apabila sasando itu dipetik dan di dengar dengan suara yang besar, dinikmati oleh banyak orang dari kejauhan dan petikan jari-jemari yang lemah gemulai dapat dilihat keindahannya, karena sasando dipetik dengan menggunakan 7 sampai 8 jari. Tahun 1958 diciptakanlah Sasando listrik/elektrik, eksperimen demi eksperimen dilakukannya untuk mendapatkan bunyi yang sempurna yang sama dengan bunyi asli dari Sasando. Continue reading

Categories: Sejarah Sasando | Tags: , , , , , | 3 Comments

Blog at WordPress.com.