Sanggar Sasando Demi Kelestarian Budaya

                   100_2965Atas permintaan beberapa orang tua  yang ingin anak mereka tahu memainkan sasando, pada tahun 2008,  Habel Edon  mulai mengajarkan anak-anak hanya sebatas beberapa anak  saja, dan karena banyak peminat tahun 2009 mulai membuka kursus sasando tujuannya untuk mengajarkan generasi-generasi baru.
Karena prihatin masih banyak orang-orang NTT yang belum mencintai dan berminat dengan sasando, karena orang menganggap memetik sasando ini sulit apalagi bentuknya bulat dengan banyak dawai. Pada hal memetik sasando tidaklah sulit apabila diajarkan dengan benar. Ternyata dari hasil didikannya semuanya berhasil dan sekarang sudah mulai berkembang bahkan ada yang sudah sampai ke luar negeri. Bagi mereka yang mempunyai basic memainkan salah satu alat musik (gitar, keyboard dll) akan lebih cepat mengerti apabila diajarkan. Belajar sasando dibutuhkan waktu cukup ± 3-5 bulan sudah bisa memainkan dan masih perlu terus belajar untuk sampai ke tingkat mahir, dan proses pemolesan masih dibutuhkan.
Kami mempunyai pengalaman ada seseorang dari Yunani, Ia datang dari  jauh hanya mau belajar sasando, tetapi ia mempunyai waktu yang sangat singkat hanya 1 minggu berada di Kupang. Hal ini tentunya membuat kami agak kewalahan karena ia mempunyai basic music yang pas-pasan, dengan kesabaran dan kasih kami melatihnya, akhirnya ia bisa memainkan 3 lagu, sekaligus belajar menyetem dan memasang string/dawai pada sasando.Tentunya sesampai di negerinya ia harus lebih memperdalam cara memetik sasando dan harus lebih berkreatif  lagi.
Desember 2009 Edon Sasando Elektrik baru pertama kalinya  mengikuti Festival Musik Sasando Piala Presiden dengan menampilkan anak yang masih berusia 10 tahun atas nama Tiara Pingak dan Istha Muskanan Fola berusia 16 tahun, dan group musiknya “Bula Molik” ada 5 orang (pemetik : Habel Edon, Tiara Pingak, Istha Muskanan Fola dan penyanyi Yunilia Edon dan Yesica Neno) mereka berhasil mendapatkan juara 2 group, dan Tiara si pemetik sasando cilik berhasil menggondolkan piala juara 3 yang mampu bersaing dengan pemain sasando yang sudah berpengalaman memetik sasando.
  Semakin hari murid semakin bertambah kami selalu tampil  dan memperkenalkan sasando baik dalam bentuk group maupun permainan tunggal  dalam  setiap even baik di tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional.
Tahun 2011 Edon Sasando menurunkan 4 group dalam festival Sasando yang diselenggarakan Dinas Parsenibud Provinsi NTT dan berhasil meraih Juara I yaitu Group STikes CHMK – Kupang mereka adalah gadis-gadis pemain sasando dari Sekolah Tinggi Kesehatan dan Grup Bula Molik meraih juara III.  Generasi Penerus Sasando, hasil didikan dari Lembaga Kursus  EDON SASANDO, akan tampil terus dan menunjukkan pada dunia betapa menakjubkannya khasanah budaya dan alat musik asli NTT.
Categories: sanggar & Festival Sasando | Tags: , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Sanggar Sasando Demi Kelestarian Budaya

  1. riska

    Saya ingin beli sasando utk gift (pajangan) buat tanda mata dosen tamu asing.
    Dimana saya bisa mendapatkannya di jakarta?
    Trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: